Nilai Tukar Petani Sulawesi Tenggara Mengalami Peningkatan di Agustus 2025

04 September 2025    30x dilihat

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Agustus 2025 mengalami kenaikan sebesar 1,02% dibandingkan dengan NTP Juli 2025, yakni dari 107,79 menjadi 108,89.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Sultra, Andi Kurniawan, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan harga-harga di wilayah perdesaan pada sejumlah kabupaten di Sultra, peningkatan NTP tersebut disebabkan oleh naiknya indeks harga hasil produksi pertanian yang diikuti dengan penurunan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga.

“Peningkatan NTP pada Agustus 2025 dipengaruhi oleh naiknya NTP subsektor tanaman pangan sebesar 0,91%, perkebunan rakyat 1,72%, peternakan 0,42%, serta perikanan 1,34%. Sementara itu, subsektor hortikultura justru mengalami penurunan cukup dalam, yakni sebesar 2,84%,” ungkapnya, Rabu (3/9).

Selain itu, Indeks yang Diterima Petani (It) juga tercatat meningkat 0,82% dibanding Juli 2025, dari 135,59 menjadi 136,70. Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan It pada subsektor tanaman pangan (0,77%), perkebunan rakyat (1,52%), peternakan (0,06%), dan perikanan (1,16%). Adapun subsektor hortikultura kembali mengalami penurunan cukup signifikan, yaitu 3,07%.

Lebih lanjut, terdapat 10 komoditas utama yang mencatat kenaikan tertinggi pada indeks harga yang diterima petani, yaitu: kakao/cokelat biji, lada/merica, kelapa, jagung, gabah, ikan layang, ketela pohon, biji jambu mete, ikan tembang, dan sapi potong. Sebaliknya, komoditas yang mengalami penurunan terbesar antara lain: cengkeh, nilam, tomat, teri, kacang panjang, cabai rawit, bandeng payau, ayam ras pedaging, cabai merah, serta ayam kampung/buras.

Andi menambahkan, indeks harga yang dibayar petani (Ib) juga mencerminkan fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat perdesaan, khususnya petani, sekaligus fluktuasi harga barang dan jasa yang dibutuhkan dalam proses produksi pertanian. Pada Agustus 2025, Ib tercatat turun 0,20% dibanding Juli 2025, dari 125,79 menjadi 125,54. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh turunnya Indeks Konsumsi Rumah Tangga (KRT) sebesar 0,26% dari 127,02 menjadi 126,69, meskipun Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sedikit naik sebesar 0,001%.