Sultra Targetkan 6.745 Hektare Sawah Baru untuk Perkuat Produksi Padi

04 Agustus 2025    37x dilihat

Sultra Targetkan 6.745 Hektare Sawah Baru untuk Perkuat Produksi Padi

KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) menyiapkan lahan sawah baru seluas 6.745 hektare pada tahun 2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi meningkatkan ketahanan pangan daerah dan mendukung program swasembada beras nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distanak Sultra, Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa lahan tersebut akan dibuka melalui Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang tersebar di enam kabupaten. “Paling luas terdapat di Kolaka Timur seluas 2.195 hektare, disusul Konawe dan Konawe Selatan masing-masing 1.400 hektare, Bombana 750 hektare, serta Kolaka dan Konawe Utara masing-masing 500 hektare,” terangnya di Kendari, Senin.

Sebelum pembangunan dimulai, dilakukan survei investigasi dan desain (SID) guna memastikan kelayakan lahan dari sisi teknis, sosial, hingga penerimaan masyarakat. Program ini dirancang agar lahan yang dicetak difungsikan secara permanen sebagai sawah dan tidak dialihgunakan untuk kepentingan di luar sektor pertanian.

Setelah tahap SID rampung, pemerintah akan melanjutkan pada pembangunan lahan serta pembentukan brigade pangan. Setiap brigade beranggotakan 15 orang yang sebagian besar adalah pemilik lahan, didampingi tenaga mekanik serta teknisi. Masing-masing brigade akan mengelola sekitar 200 hektare lahan dengan dukungan sarana pertanian modern.

“Bantuan yang disiapkan meliputi mesin tanam, traktor roda empat, combine harvester, pompa air, alat semprot, hingga benih dan pupuk,” kata Taufik.

Sebanyak 33 brigade pangan akan dibentuk untuk mendukung pengelolaan sawah baru ini. Penanaman padi dijadwalkan dimulai pada Oktober 2025, sesuai kalender tanam dari Kementerian Pertanian.

Saat ini, proses SID masih berjalan dan dilaksanakan oleh tim dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Taufik berharap seluruh tahapan, mulai dari perencanaan hingga pembangunan lahan, dapat selesai tepat waktu sehingga penanaman padi bisa dilakukan sesuai target.

Sumber : Antara